Perkuat Solidaritas Pengurus, HMJ HPI UIN Walisongo Gelar HPI Bonding

Matapadma


Semarang, HMJ HPI – Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum Pidana Islam (HMJ HPI) UIN Walisongo Semarang menggelar kegiatan HPI Bonding pada Rabu (25/2/2026) di Gedung Fakultas Syariah dan Hukum UIN Walisongo Semarang. Kegiatan ini diikuti sekitar 30 pengurus baru masa jabatan 2026/2027 sebagai upaya membentuk karakter kepemimpinan, meningkatkan kesadaran diri, serta memperkuat solidaritas antar pengurus organisasi.

Ketua HMJ HPI, David Setiawan, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar agenda formal organisasi, melainkan langkah awal untuk membangun fondasi yang kuat dalam menjalankan kepengurusan ke depan. Menurutnya, organisasi memerlukan kerja sama yang solid antar anggota agar dapat berjalan dengan baik.

“Kegiatan ini bukan hanya formalitas awal periode, tetapi sebagai upaya membangun fondasi organisasi yang kuat. Tanpa kerja sama dan saling menopang satu sama lain, organisasi tidak akan berjalan dengan baik,” ujar David.

Ia juga menekankan pentingnya menghilangkan sekat-sekat antar divisi agar seluruh pengurus dapat bekerja sebagai satu kesatuan. Menurutnya, organisasi harus dipahami sebagai sistem yang saling membutuhkan antar anggotanya.

Baca Selengkapnya: Tumbuhkan Kepedulian, HMJ HPI UIN Walisongo Gelar Aksi Sosial

“Mulai hari ini kita harus menghilangkan ego sektoral dan sekat antar divisi, karena organisasi ini ibarat organisme yang hidup dan saling membutuhkan satu sama lain,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Program Studi Hukum Pidana Islam, Muhammad Harun, menyampaikan bahwa kegiatan upgrading dan bonding tersebut penting untuk membentuk karakter serta nilai kepemimpinan para pengurus baru.

“Kegiatan ini bertujuan membentuk karakter kepengurusan baru, memperkuat hubungan antar anggota, serta membangun nilai-nilai yang harus dimiliki oleh pengurus Himpunan Mahasiswa Hukum Pidana Islam,” kata Harun.

Baca Juga: Lantik Pengurus Ormawa Baru, Dekan FSH Tekankan Pentingnya Adaptasi dan Integritas Hukum di Era Ketidakpastian

Ia juga mengibaratkan proses pengembangan diri dalam organisasi sebagai tangga yang harus terus dinaiki oleh setiap mahasiswa untuk meningkatkan kualitas dirinya.

“Organisasi itu seperti organisme yang saling menopang. Ketika salah satu penopang hilang, maka keseimbangan organisasi juga akan terganggu,” jelasnya.

Selain itu, Harun berharap para pengurus baru dapat memanfaatkan organisasi sebagai ruang belajar dan pengembangan diri, sekaligus menjaga kekompakan dalam menjalankan berbagai program kerja yang telah direncanakan.

“Saya berharap para pengurus baru dapat menjadikan organisasi ini sebagai tempat belajar, mengembangkan diri, serta membangun kerja sama yang baik agar program kerja yang direncanakan dapat berjalan dengan maksimal,” harapnya. (Hikmi/HMJ26)

Leave a Reply